Tragedi Linguistik Bengkel

Saya selalu menahan tawa melihat pemandangan ironis saat kamu harus membuang harga diri, mendorong motor rongsokanmu yang mogok di pinggir jalan dengan asap putih mengepul dari area mesin. Seorang mekanik datang dengan wajah sok serius yang sudah terlatih untuk menguras dompet pelanggannya, melihat sebentar, lalu memvonis dengan lantang bahwa motormu terkena penyakit overhead. Di titik itu, kamu pasti mengernyitkan dahi, mencoba mencerna apa hubungannya kondisi mesin sekarat dengan sesuatu yang melayang di atas kepala. Mekanik berlumur oli itu seratus persen akurat soal diagnosa kematian mesinmu, tetapi seratus persen cacat dalam mengeja penderitaannya. Penyakit sebenarnya adalah overheat, kondisi fatal di mana sistem pendingin gagal total, piston memuai secara beringas, dan logam saling bergesekan hingga mati.

Lalu dari mana datangnya istilah cacat yang diyakini mati-matian oleh mekanik ini? Dalam dunia rekayasa teknik yang waras, kata tersebut merujuk pada tata letak mekanis seperti noken as di kepala silinder, atau murni istilah ekonomi untuk biaya operasional bisnis semacam tagihan listrik bengkel yang sebentar lagi akan kamu bayari. Motormu secara harfiah tidak mungkin terkena overhead kecuali jika ada batu bata nyasar yang jatuh menimpa kendaraanmu dari lantai atas gedung. Tragedi kebodohan ini bahkan merambat jauh lebih parah. Saat mesinmu sudah dipastikan hancur lebur karena kepanasan, solusi akhirnya adalah overhaul atau bedah turun mesin. Namun, lidah para mekanik ini sering kali kembali terpelintir dan menyebut proses pemeriksaan menyeluruh itu sebagai overhead juga. Mereka secara ajaib sukses memusnahkan tiga kosakata asing yang berbeda makna ke dalam satu tong sampah pelafalan.

Alasan mengapa lidah mereka rutin tergelincir sebenarnya cukup menyedihkan. Primata modern di negara ini terlalu malas dan lebih nyaman mengunyah akhiran konsonan mati yang samar. Bunyi kata berbahasa Inggris itu terdengar identik di telinga mereka, terutama saat diteriakkan di tengah harmoni suara bising kompresor angin dan deru knalpot yang memekakkan telinga. Saat sang mekanik memvonis kendaraanmu dengan istilah konyol itu, kamu tidak perlu repot-repot membenarkan ejaannya layaknya polisi tata bahasa yang haus validasi. Diam saja dan telan kepanikanmu bulat-bulat, karena kemampuan linguistik tingkat tinggi lulusan sastra sekalipun tidak akan pernah menyelamatkan rekeningmu dari kebangkrutan akibat tagihan bengkel hari ini.

Read more